Akhir- akhir ini ane ehm ...baca buku yang judulnya "Senyum untuk calon penulis" karya Eka Budianta. Sebenarnya aku dah cukup lama memiliki buku itu tapi baru kali ini saja aku agak intens membacanya. Ternyata, setelah aku pikir-pikir isinya sangat berbobot walaupun kalau lagi nggak mood malas banget bacanya, soale teksnya itu lho... padet banget.
Aku jadi terinspirasi dengan apa yang ia katakan dalam bukunya itu walaupun aku tak bisa mengungkapkannya untukmu. Tapi yang jelas benar-benar inspiratif dan ....gimana yah?
Memang saat ini aku lagi nggak terlalu bernafsu untuk posting, ngeblog soalnya lag boke... ke... ke... ke..., tapi meski bagaimanapun aku tetap nulis di my notebook. Bukan laptop kecil tapi benar-benar notebook -buku tulis yang bikinnya dari jerami.
09 April 2008
06 April 2008
Jangan dibaca, ga seru!
Sahabat, kalau kita saat ini sedang bete alias ga mood alias malas ngapa-ngapain, terus gimana ngadepinnya ya? Yang jelas sih semuanya perlu kejelasan. Kejelasan akan apa yang kita mesti hadapi dan selesaikan.
Ketika kita malas ngeblog, kayak seperti aku sekarang ini, tapi aku tetap berharap dalam kemalasan dan keenggananku ini aku masih punya setidaknya sedikit inspirasi untuk dituliskan, dipublikasikan, diposting, dan seterusnya deh yang membuat kepalaku tidak terlalu penat, dijejali dengan pikiran-pikiran kacau balau, semrawut, kagak jelas kemana arah tujuannya.
Seperti halnya kamu mungkin saat ini, tetapi rasanya tidak. Kau membaca postingan ini, sengaja atau tidak, senang atau tidak, yang jelas aku bingung mau bilang apa, mau nulis apa lagi ya?
Ketika ada satu kejadian di hadapan mata kita, maka secara otomatis pikiran kita pun akan lebih terkonsenterasi terhadap kejadian yang ada di hadapan kita tersebut. Apakah itu ketika ada kejadian yang heboh, atau pun kejadian yang biasa-biasa saja. Mudah-mudahan kau tak bingung membaca tulisanku ini. Karena aku nulis dalam keadaan tidak mood. Ah ... dari pada ngebahas mood-ga mood mendingan kita berpikir untuk kehidupan kita kedepan ataupun hanya untuk saat ini.
Apa rencana kita nanti, setelah kita berkeluarga, kalau sudah, bagaimana rencana kita terhadap kehidupan anak-anak kita yang nanti tentunya akan menerusnya perjuangan kita walaupun dalam jalur, jalan yang berbeda ataupun sama denga kita karena dia mengidolakan kita sebagai orang tuanya.
Ketika kita malas ngeblog, kayak seperti aku sekarang ini, tapi aku tetap berharap dalam kemalasan dan keenggananku ini aku masih punya setidaknya sedikit inspirasi untuk dituliskan, dipublikasikan, diposting, dan seterusnya deh yang membuat kepalaku tidak terlalu penat, dijejali dengan pikiran-pikiran kacau balau, semrawut, kagak jelas kemana arah tujuannya.
Seperti halnya kamu mungkin saat ini, tetapi rasanya tidak. Kau membaca postingan ini, sengaja atau tidak, senang atau tidak, yang jelas aku bingung mau bilang apa, mau nulis apa lagi ya?
Ketika ada satu kejadian di hadapan mata kita, maka secara otomatis pikiran kita pun akan lebih terkonsenterasi terhadap kejadian yang ada di hadapan kita tersebut. Apakah itu ketika ada kejadian yang heboh, atau pun kejadian yang biasa-biasa saja. Mudah-mudahan kau tak bingung membaca tulisanku ini. Karena aku nulis dalam keadaan tidak mood. Ah ... dari pada ngebahas mood-ga mood mendingan kita berpikir untuk kehidupan kita kedepan ataupun hanya untuk saat ini.
Apa rencana kita nanti, setelah kita berkeluarga, kalau sudah, bagaimana rencana kita terhadap kehidupan anak-anak kita yang nanti tentunya akan menerusnya perjuangan kita walaupun dalam jalur, jalan yang berbeda ataupun sama denga kita karena dia mengidolakan kita sebagai orang tuanya.
26 March 2008
Dengan Karya Prestatif
Oleh : Amri Knowledge Entrepreneur
Hidup ini, tidak cukup dengan hanya dalil dalam berdakwah, namun perlu karya nyata yang membagakan bagi ummat.
Kita sangat penting mengatakan kebersihan sebagaian dari pada iman, namun membersihkan kamar, halaman, pakaian dan lain sebagainya juga sangat penting sebagai bukti karya nyata prestatif.
Kita sangat penting mengatakan tuntutlah ilmu sampai negeri Cina, namun segera memburu aneka keilmuan, agar kita segera mempunyai beberapa alternatif keilmuan sehingga mempermudah menghadapi persoalan hidup lebih produktif juga sangat penting sebagai bukti bersahabat dengan aneka permasalahan hidup dengan karya nyata prestatif.
Kita sangat penting mengetahui bahwa bukan termasuk orang beriman kalau dirinya kenyang sedangkan tetangganya kelaparan. Kita juga sangat penting mengetahui tentang perbanyak kuah kalau engkau membuat sayur. Kita juga sangat penting mengetahui anjuran untuk sering memberi walaupun sekedar kikil kambing. Namun, segera menyisihkan dana untuk tetangga yang memang memerlukan atau memberi oleh-oleh ke tetangga ketika kita pulang dari bepergian juga sangat penting sebagai bukti karya nyata prestatif.
Kita sangat penting mengetahui peta perjalanan menuju Jakarta dan juga peta kota Jakarta, sebab itu adalah pengetahuan bagi kehidupan kita. Namun, segera pergi ke Jakarta dengan segala resiko salah jalan, macet, mobil bocor dan lain sebagainya juga sangat penting sebagai bukti karya nyata prestatif.
Sahabat yang budiman,
Banyak ilmu, merupakan keharusan, namun banyak karya nyata setelah kita mempunyai ilmu, juga merupakan keharusan hidup sebagai karya nyata prestatif.
Go … go……go……. Dengan segala kekurangan kita, mari memperbanyak karya nyata prestatif.
Berani hadapi karya nyata prestatif !!! Bagaimana pendapat sahabat ???
adaftasi dari cybermq
Hidup ini, tidak cukup dengan hanya dalil dalam berdakwah, namun perlu karya nyata yang membagakan bagi ummat.
Kita sangat penting mengatakan kebersihan sebagaian dari pada iman, namun membersihkan kamar, halaman, pakaian dan lain sebagainya juga sangat penting sebagai bukti karya nyata prestatif.
Kita sangat penting mengatakan tuntutlah ilmu sampai negeri Cina, namun segera memburu aneka keilmuan, agar kita segera mempunyai beberapa alternatif keilmuan sehingga mempermudah menghadapi persoalan hidup lebih produktif juga sangat penting sebagai bukti bersahabat dengan aneka permasalahan hidup dengan karya nyata prestatif.
Kita sangat penting mengetahui bahwa bukan termasuk orang beriman kalau dirinya kenyang sedangkan tetangganya kelaparan. Kita juga sangat penting mengetahui tentang perbanyak kuah kalau engkau membuat sayur. Kita juga sangat penting mengetahui anjuran untuk sering memberi walaupun sekedar kikil kambing. Namun, segera menyisihkan dana untuk tetangga yang memang memerlukan atau memberi oleh-oleh ke tetangga ketika kita pulang dari bepergian juga sangat penting sebagai bukti karya nyata prestatif.
Kita sangat penting mengetahui peta perjalanan menuju Jakarta dan juga peta kota Jakarta, sebab itu adalah pengetahuan bagi kehidupan kita. Namun, segera pergi ke Jakarta dengan segala resiko salah jalan, macet, mobil bocor dan lain sebagainya juga sangat penting sebagai bukti karya nyata prestatif.
Sahabat yang budiman,
Banyak ilmu, merupakan keharusan, namun banyak karya nyata setelah kita mempunyai ilmu, juga merupakan keharusan hidup sebagai karya nyata prestatif.
Go … go……go……. Dengan segala kekurangan kita, mari memperbanyak karya nyata prestatif.
Berani hadapi karya nyata prestatif !!! Bagaimana pendapat sahabat ???
adaftasi dari cybermq
Subscribe to:
Posts (Atom)