12 July 2015

Kembali

"Kutinggalkan dunia silamku
untuk kembali kepada-Mu"

Setiap orang pasti memiliki kisah sendiri, kisah yang berbeda dengan orang lain. Namun, terkadang kita menemukan kisah yang mirip secara esensi tetapi secara histori akan tetap berbeda bila diceritakan. Jika ada cerita yang sama persis mungkin cerita itu dikarang bersama untuk diceritakan kepada orang lain.

Dalam menjalani kehidupan, dengan banyak waktu yang telah dilewati, ada momen-momen dimana seseorang ingin "kembali" kepada masa lalu. Apakah itu momen indah yang ingin diulangi kebahagiaannya pada saat itu, atau momen buruk yang disesali dan ingin diubah.

Bagaimanapun, kita tidak akan pernah bisa "kembali" ke masa lalu. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan yang terbaik pada saat ini agar pada masa depan yang akan menjadi "masa lalu" tidak menjadi penyesalan yang menyedihkan.

Bagaimana caranya?

Caranya, tentu saja diri sendiri yang tahu berdasarkan ilmu dan hasrat yang kita miliki terhadap keberlangsungan hidup kita. 

Ketika saya menyesal kenapa tidak dari dulu menabung untuk nyicil rumah, dan disesali pada saat ini, tentu penyesalan itu akan tidak ada gunanya jika tidak diiringi dengan berniat untuk melakukan (menabung) pada saat ingat sekarang ini.Begitu-pun dengan Anda.

Dalam hidup ini kita memang diberikan pilihan oleh Yang Maha Kuasa, untuk memilih jalan mana yang diambil. Baik itu dalam kehidupan duniawi kita maupun dalam kehidupan masa depan kita.

Kita tidak bisa memilih yang terbaik sebenarnya, kita hanya bisa menerka dengan sedikit ilmu atau wawasan yang kita miliki bahwa sesuatu hal yang akan kita lakukan itu baik, namun sebenarnya Tuhan yang mencipkan kita lebih tahu mana yang terbaik. Oleh itu kita amat sangat perlu meminta pertolongan-Nya dengan do'a; dan juga di-doakan, terutama oleh kedua orang tua kita.

Jadi, kembali-lah, kembali ke jalan tuhan-mu, jalan kebenaran. Semoga.

Aaamiin.

03 May 2015

PERLAMBATAN EKONOMI YANG SEMAKIN CEPAT

LAMPU ORANYE SEDANG MENYALA:
SIAGA DAN WASPADALAH

COPAS dari pkspiyungan.org _____

COPAS
Artikel by
Pak PAULUS BAMBANG W. SANTOSO
(Presdir UNITED TRACTORS & ASTRA GROUP)

***

Optimisme mendadak terhenti. Pesimisme mulai bersemi. Itulah situasi yang sedang kita hadapi di ekonomi riil bangsa kita. Euforia Konferensi Asia Afrika dengan gemelegar pidato dan acara seakan menjadi penyejuk sejenak untuk mengobati kepenatan masyarakat, termasuk para kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir disini.

Bayangkan, ditengah optimisme politik Asia Afrika, bayangan kemuraman ekonomi semakin nyata. Tidak dapat disangkal lagi, semua sedang menghadapi krisis perekonomian yang tak mudah dicari obatnya.

China, sebagai penggerak ekonomi Asia, semakin terpuruk dengan tingkat pertumbuhan hanya sekitar 7 persen mendampingi indeks manufaktur yang sudah dibawah 50 sebagai titik nadir pertumbuhan. Afrika Selatan sebagai anggota BRICS juga tidak bisa diharapkan menjadi pendorong kelompok Afrika. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Kuartal 1 tahun 2015, mengikuti trend penurunan sejak kuartal 4 tahun 2014, semakin menunjukkan gejala LAMPU ORANYE (SIAGA DAN WASPADA). Artinya sudah melampaui LAMPU KUNING (HATI HATI) tapi belum sampai ke LAMPU MERAH (BAHAYA).

Sektor Makanan dan Minuman sudah turun 10 persen mendampingi sektor lain yang selama ini jadi andalan ekonomi domestik. Kelesuan ini sangat dirasa, bahkan banyak pengusaha resto maupun rumah makan kecil sudah merasakan dampaknya secara nyata. Pengunjung sepi. Kalau mall masih ramai, hanya untuk sarana rekreasi dengan belanja seadanya. Banyak yang menahan diri untuk berbelanja. Itu sebabnya banyak pengusaha yang mulai jor-jor-an obral diskon.

Saya bukan bermaksud menjadi ekonom, untuk menakut nakuti anda. Tapi paragraf awal ini hanya gambaran sederhana untuk menunjukkan kondisi perekonomian dunia dan kita sedang menuju perlambatan yang semakin cepat.

Nah, ini yang saya mau bagikan. Bukan soal bagaimana membuat ekonomi bergairah tapi bagaimana mempersiapkan diri agar kita tetap bisa SURVIVE kalau krisis tejadi.

Prinsipnya sederhana saja: kita harus mengatur keuangan kita, sehingga 'KALAU EKONOMI TAMBAH BURUK, KITA MENJADI ORANG TERAKHIR YANG TERKENA DAMPAK, TAPI KALAU EKONOMI MEMBAIK KITA MENJADI ORANG PERTAMA YANG MENIKMATINYA'.

Bagaimana strateginya?

Pertama, perketat PENGELUARAN anda. Tunda yang tidak perlu, kurangi yang perlu, batalkan yang hanya berupa keinginan.

Dalam kondisi sulit, pendapatan akan semakin sulit bertambah, itu sebabnya yang bisa meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga adalah mengurangi pengeluaran.

Caranya: matikan lampu yang boros, kurangi jajan diluar, stop investasi walaupun diskon yang ditawarkan menggiurkan.

Kedua, lunasi HUTANG anda secepatnya, apalagi hutang dengan menggunakan kartu kredit. Ingat dalam kondisi krisis, bunga hutang akan membunuh anda pelan pelan karena orang yang berhutang akan menjadi budak orang yg menghutanginya.

Ketiga, alokasi TABUNGAN anda ke sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik, entah itu deposito, saham, tanah, property, mata uang asing.

Keempat, berani CUT LOSS kalau investasi anda sudah menurun misalnya property atau saham kalau itu didanai dengan hutang bank apalagi kartu kredit. Keyakinan akan lebih baik, lebih untung, hanya ada ketika ekonomi tumbuh baik. Ini menyebabkan banyak orang berani berhutang untuk spekulasi. Sebaiknya dalam kondisi lampu oranye, konsep itu segera diamputasi.

Kelima, ini yg terakhir tapi paling penting. Jangan paranoid, jangan panik tapi tetap optimis walapun waspada. Perbanyak CASH dan tabungan LIKUID anda, karena ketika kondisi semakin memburuk anda bisa membeli asset dengan harga sangat miring, orang yang BU alias BUTUH UANG akan mendiskonto dengan besar. Kesempatan bagi anda memiliki assets produktif dengn harga 'murah'.

Itu sebabnya saya sering berujar, dalam kondisi sulit CASH IS KING, dalam kondisi resesi CASH IS CAESAR.

Goodluck...semoga. bermanfaat.

10 June 2013

Rhoma Irama Presiden RI 2014 - 2018


Sekian lama aku menunggu untuk kedatanganmu ...

Setelah sekian lama saya tidak aktif lagi nge-Blog karena terkontaminasi oleh media sosial ini dan itu akhirnya saya mencoba  kembali nulis di Blog yang sudah usang ini.

Akhir-akhir ini saya sering mendengarkan lagu Rhoma Irama (King Rhoma) yang dinyanyikan oleh Putra Mahkotanya Ridho Roma. Pada saat mendengarkan lagu-lagunya itu saya teringat akan wacana tentang akan majunya Rhoma Irama dalam Pemilu Presiden 2014. Sebelum saya hanya menganggap isu murahan, tapi karena saya beberapa kali mendapati King Rhoma diwawancarai di tv akan isu tersebut dan King Rhoma juga tidak menyangkal alias terpanggil untuk mau ikut ambil bagian dalam pemilihan presiden nanti maka lambat laun hati saya jadi luluh juga dan merasa setuju dengan ide tersebut. Anda, tentu boleh berbeda pendapat dengan saya.

Dari sekian nama yang saya perhatikan, ada nama-nama Jenderal Purnawirawan, Pengusaha-pengusaha kelas paus yang ikut pula menjadi wacana bahkan sudah di survey oleh lembaga-lembaga terkait (terikat). Namun, dari nama tersebut saya kurang respek, alias setengah-setengah bin abu-abu jika harus memilih mereka; saya cenderung menyukai gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh king Rhoma walaupun banyak orang yang mencibirnya ketika ia setuju untuk ikut Pemilihan Presiden 2014 nanti.

Sebagai seorang entertain sejati King Rhoma adalah yang paling oke; tentu tidak bermaksud merendahkan yang lain, yang memiliki kualitas baik pula. Namun, kharisma adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak dan diabaikan. Dan itulah yang dimiliki King Rhoma.

Saya benar-benar sedang melamun -berkhayal "Presiden Republik Indonesia : King Rhoma", dan itu baru, pasti yang pertama dan terakhir nama Presiden RI diberi gelar "King".

Kalau ada yang meragukan masalah politiknya; jangan salah, King Rhoma adalah Politikus dari zaman baheula. Silakan saja cari arsipnya sendiri kalau memang penasaran :).

Apalagi yang Anda ragukan? Silakan saja ragu dan temukan Calon Presiden Anda Sendiri; itu hak asasi Anda. 

Selamat berkhayal ... 

20 February 2013

Mobile Blogging

Iseng-iseng nyari aplikasi blogger di google market ternyata sudah ada, atau bahkan mungkin sudah lama ada hanya aku-nya saja yang tidak mencari. Maklum sudah sangat lama aku tidak aktif lagi buat tulisan di blog-blog-ku. Padahal, dulu ketika baru kenal internet sekira tahun 2006 kemudian menemukan artikel di koran tentang blog, aku langsung bergairah untuk buat blog.

Aku mulai membeli buku-buku yang ada kaitannya tentang pembuatan blog. Lebih dari tiga buah buku sudah aku beli, bahkan aku baca sampai buku itu lusuh.Biasanya aku tidak pernah membiarkan buku-ku lusuh.

Lama tidak nge-blog aku juga jarang nulis lagi, nulis buku harianku atau opini dari berbagai masalah yang terjadi di sekitarku maupun opini tentang panggung Indonesia dan dunia. Aku kehilangan niat dan cita-citaku yang dahulu. Memang tidak hanya tentang menulis, banyak hal lain yang aku rasa telah hilang akhir-akhir ini; sesuatu yang penting namun sekarang membuatku rumit dan bingung harus memulai semuanya dari mana.

Aku butuh sebuah titik. Titik dimana aku bisa menyusun kembali bangunan-bangunan jiwaku yang telah runtuh. Titik tolak. Ya, sebuah titik tolak yang aku butuhlan saat ini. Entah lewat apa aku akan mendapatkan titik tolak itu, aku hanya dab masih menunggu. Aku rindu.

Berbagai fenomena memang banyak terjadi lima tahun terakhir ini. Semuanya menjadi berita heboh saat di awal dan membuat semua saraf tertuju pada masalah tertentu. Namun, tidak lama berselang datang masalah lain yang muncul dan menenggelamkan masalaj sebelumnya yang belum selesai. Aku terkadang berpikir lebih baik aku tidak mengetahui masalah yang sedang jadi topik berita dan diskusi, tetapi rasanya sangat disayangkan. Aku sering melihat mereka yang acuh tak acuh akan berbagai perkembangan sekitar.mereka. Mereka seakan santai dengan pikiran mereka dan hanya fokus pasa rutinitas yang harus mereka lakukan; namun pada akhirnya mereka jadi seaeorang kuper atau bahkan menemukan sesuatu yang baru yang bermanfaat karena lebih senang mengeksplorasi kemampuan mereka dibandingkan dengan mengurusi isu-isu yang tidak penting. ... bersambung ...

11 October 2011

BI Likely Will Keep Key Interest Rate Steady: Analysts

Bank Indonesia is likely to keep its key interest rate at 6.75 percent for an eighth straight month on Tuesday, when its board of governors next meets, helping to ensure growth in Southeast Asia’s biggest economy, analysts say. 

Anton Gunawan, an economist at Bank Danamon Indonesia, urged the central bank to hold the benchmark rate this month because financial markets remained volatile. Stock prices and bond yields are off their record levels set in August. 

“The current BI rate is quite high, but to mitigate risks it’s at a safe level. BI should adjust it only if the turbulence has subsided,” Anton said. “But by the end of this year, BI’s rate can be adjusted to 6.5 percent, or even twice by 25 basis points at each meeting [to 6.25 percent],” he said. 

Most analysts expect the central bank will hold its policy rate steady throughout this year, but some say worsening global sentiment may prompt a cut of 25 basis points in November. read more